www.sambas.go.id

Bela Terpikat Terigas

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

SIKAPI MASALAH PANGAN, GAPOKTAN DIKUMPULKAN

E-mail Cetak PDF

Bag. Humas Kab. Sambas

Isu sentral mengenai masalah pangan membuat Pemerintah Kabupaten Sambas segera berbenah. Diantaranya dengan menggelar pertemuan, dimana para Kontak Tani Nelayan Andalan dan Gabungan Kelompok Tani seluruh Kabupaten Sambas dikumpulkan. Pertemuan berlangsung di salah satu Cafe di Kota Sambas, dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian, Ir. Suardi Yusuf, dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Propinsi. Bupati Sambas, Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid berkesempatan hadir pada pertemuan tersebut. Bupati mengatakan, ide mengumpulkan para kelompok tani tersebut adalah ide dia. Dijelaskan dia, permasalahan pangan kedepan lah yang memprakarsai ide tersebut.

”Beberapa hari lalu, informasi di media massa nasional memuat rilis mengenai masalah pangan. Isu tersebut jika dilihat dari kondisi sekarang memang sudah seharusnya kita sikapi secara cepat dan tepat. Saya kumpulkan semua kelompok tani maupun PPL ini agar kita dapat membuat atau memikirkan langkah-langkah cepat dan tepat. Ini supaya kita kedepannya tidak ikut-ikutan terkena dampak negatif dari permasalahan pangan tersebut,” ujar dia.

Dia meminta para penyuluh memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, termasuk dapat menghimbau masyarakat atau kelompok tani agar mau menggalakkan menanam padi. Apalagi lanjut dokter pertanian ini, cuaca sekarang sangat baik untuk memulai bercocok tanam padi. ”Mumpung sekarang Daerah kita di beri Hujan oleh Allah swt, mari kita galakkan kembali bercocok tanam padi ini. Jangan ada lagi persawahan besar persawahan kecil, tapi galakkan persawahan besar, bila perlu halaman didepan rumah yang dapat ditanami padi, tanam,” tegas dia.

Mengenai masalah jeruk, diingatkan burhanuddin agar dihentikan dulu eksvansi penanaman jeruk. Menurut dia, luasan hektar tanam tanaman jeruk sudah cukup, bahkan melebihi yang pernah dia targetkan. ”Untuk tanaman jeruk jangan lagilah untuk dikembangkan. Target luasan hektar tanam dulu saya perkirakan cukup sekitar kurang lebih 10 ribu hektar, tetapi sekarang sudah mencapai 12 ribu hektar lebih. Bukannya melarang, tetapi hal ini akan berdampak kedepannya pada pemasaran produk, karena beberapa daerah propinsi lain juga sudah mulai mengembangbiakkan jeruk juga,” jelas dia.

Simple MP3 Player

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil
You are here: