Bag. Humas Setda Sambas
Bupati Sambas Ir. H. Burhanuddin AR mengharapkan Ikatan Sarjana Pertanian Kabupaten Sambas mampu memberi terobosan nyata bagi perkembangan pembangunan pertanian Kabupaten Sambas. Hal tersebut dia kemukakan pada Musyawarah Besar I Pembentukan Ikatan Sarjan Pertanian Kabupaten Sambas yang disingkat IKASANTAN di Balairung Sari Pendopi Bupati Sambas, Kamis (26/4). Demikian diinformasikan resmi oleh Bagian Humas Setda Kab. Sambas.
Permasalahan pembangunan pertanian terang Bupati tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Menurut dia lebih terkait bagaimana semua komponen mau satu visi dan misi membangunnya. “Permasalahan pertanian tidak hanya satu, bukan hanya permasalahan penyakit pertanian itu sendiri ataupun bagaimana memasarkannya. Yang menjadi kendala tidak hanya pemasaran, tetapi ekonomi pertanian, pembangunan infrastruktur sebagai pendukung pembangunan pertanian sampai permasalahan pengairan menjadi tantangan yang sekarang ini sedang kita usahakan jalan keluarnya” jelas dia.
Oleh karena itu, terang Ahli Bidang Penyakit Pertanian ini, bagaimana sekarang Ikasantan dapat memulai langkah nyata baik merumuskan sampai aksi nyata turut memberikan kontribusinya membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan yang ada. Lanjut dia, wahana yang dibentuk tersebut merupakan awal baik sebagai salah satu awal mencari benang merah permasalahan. “Referensi dari tulisan Israel tahun 1991 pernah menulis bahwa Jeruk Sambas adalah jeruk terbaik. Bukti-bukti tersebut perlu dicari untuk dijadikan pedoman kita mempromosikan jeruk kita ke pasaran luar. Seperti hasil jeruk olahan pada jus jeruk yang berhasil dilaksanakan. Rasa pahit dari jus tersebut atau limonine sesuai hasil penelitian baik bagi kesehatan jantung. Ini merupakan keunggulan jeruk kita dan saya berharap Ikasantan dapat menjadikan hal ini sebagai salah satu bahasan dalam musyawarah besar ini” tutur dia.
Mantan Kadis Pertanian Kabupaten Sambas ini menegaskan saat ini bukan hal yang tepat untuk saling salah menyalahkan. Melainkan kata dia, sudah saatnya semua yang tergabung dan peduli terhadap pembangunan Kabupaten Sambas untuk saling bahu membahu membangun. “Dikaitkan dengan perencanaan program pembangunan Kabupaten Sambas, seperti perencanaan pembukaan border di Kabupaten Sambas, yang menjadi pertanyaan adalah sudah siapkah Ikasantan dalam hal ini. Tentunya hal-hal seperti ini juga menjadi kajian Ikasantan memajukan Pembangunan terutama bidang pertanian menghadapi seluruh kemunkinan rencana program pembangunan yang disusun pemerintah. Rencanakan dari sekarang dimana posisi kita sebagai pemain pertanian dalam kasus ini, jangan sampai kita hanya bisa menjadi penonton nantinya” paparnya.
Bupati mengharapkan agar dilakukan pendataan ahli-ahli pertanian yang ada di Kabupaten Sambas. Hal ini terang dia agar dapat diketahui berapa besaran potensi kemampuan untuk membangun pertanian sambas. “Saya mengharapkan Sarjana Pertanian kita dapat diberdayakan seoptimal dan semaksimal munkin. Mereka kita harapkan mampu membangun pertanian Kabupaten Sambas, dan diharapkan dinas maupun terkait dapat memberikan program pendamping memajukan hal ini” harap dia.
Misni, SP Ketua Panitia Mubes I Ikasantan mengatakan pembentukan Ikasantan didasari niat besar memberikan kontribusi membangun Kabupaten Sambas, khususnya bidang pertanian. “Kita tahu dulunya Kabupaten Sambas identik dengan Kemajuan Pertanian. Keadaan tersebut sekarang seakan-akan terkikis dengan banyaknya permasalahan pembangunan bidang pertanian yang dihadapi Kabupaten Sambas. Oleh karena itu kami selaku alumnus ahli pertanian berawal kumpul bareng mempunyai ide untuk membentuk wadah yang mempunyai sasaran untuk turut memberikan kontribusi membangun Kabupaten Sambas khususnya pembangunan pertaniannya” ujar dia. Dia berharap wadah yang terbentuk tersebut memberikan kontribusi yang jelas. Sambung dia, permasalahan pertanian diharapkan dapat dituntaskan, minimal dapat diminimalisir.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







