Pontianakpost
Anjloknya harga jeruk siam akibat kendala transportasi. Hal itu disampaikan, Kabid Perdagangan Luar Negeri Diseperindagkop Sambas Suhaimi, kemarin, di ruang kerjanya.
“Tidak adanya angkutan kapal yang berani berlayar keluar sangat berpengaruh besar terhadap distribusi jeruk. Produksi atau panen masyarakat setiap hari, sedangkan untuk dibawa keluar sulit sehingga menumpuk,” katanya.
Suhaimi menyebutkan untuk persoalan harga, pemerintah tidak bisa campur tangan terlebih jauh. Sebut dia, hukum pasar tetap berlaku, yaitu ketika permintaan banyak dengan produksi sedikit harga akan mahal dan ketika produksi banyak sementara permintaan sedikit maka harga akan murah.
“Persoalan lain anjloknya harga jeruk lantaran panen buah-buah lokal secara bersamaan. Di Kabupaten Sambas sekarang sedang banjir buah rambutan dan durian, sehingga jeruk kalah bersaing,” tambahnya.
Membanjirnya buah lokal ini berdampak terhadap harga jeruk di daerah turun. Sementara, jelas dia, kapal-kapal yang membawa buah ke daerah lain baru mulai bisa berlayar dua hari lalu.
“Bila cuaca baik, distribusi jeruk antar pulau akan berjalan lancar seperti tujuan Jakarta dan Natuna. Kita juga telah mendapatkan laporan bahwa PT MJL juga mengekspor jeruk ke Malaysia menggunakan fuso,” ujar Suhaimi.
Dikatakannya, Pemkab Sambas sedang berusaha memenuhi standar ekspor untuk komoditi jeruk. Pemkab telah memfasilitasi asiosiasi pedagang dan petani jeruk untuk melihat pasar di luar daerah.
“Kita beberapa waktu lalu membawa mereka untuk mencari pasar baru bagi jeruk baik di Bandung maupun Jakarta. Bahkan kita juga telah melakukan pembicaraan dengan perusahaan pelayaran seperti PT. Prima Vista untuk memudahkan pengangkutan atau pelayanan transportasi laut ke luar daerah,” ungkapnya.
Kabid Perdagangan Luar Negeri ini menjelaskan Pemkab Sambas juga telah melakukan koordinasi dengan terminal agro di Pontianak untuk memudahkan pengangkutan jeruk nantinya. Sedangkan yang masih berjalan, kata dia, adalah hubungan kerja sama dengan Perusda di Natuna.
“Langkah-langkah menstabilkan harga jeruk di daerah sudah kita upayakan secara maksimal. Namun, karena faktor eksternal yang tidak bisa diantisipasi sangat membawa dampak besar terhadap harga,” tutur dia.
Suhaimi mengemukakan pengangkutan lancar maka jeruk tidak akan menumpuk di daerah. Harapan dia, dalam waktu dekat seluruh alat transportasi kapal laut bisa berlayar sehingga jeruk Sambas dapat dibawa keluar. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat harga jeruk akan stabil seperti semula. Kita berharap kondisi cuaca membaik sehingga angkutan beroperasi normal,” harapnya.(riq)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







