Bagian Humas Pemda Sambas
Upaya Pemerintah Kabupaten Sambas dalam merentas terbukanya perbatasan negara Indonesia-Malaysia di aruk-biawak tampaknya mulai terjawab. Terutama pembangunan khusus di daerah Biawak (Malaysia) bisa dikatakan telah lebih dahulu siap, dilain pihak, Indonesia (Pemerintah Kabupaten Sambas) juga telah melakukan pembenahan pembangunan fisik seperti pembangunan badan jalan ( ± 90 km ) dari pusat kota sambas ke aruk sajingan besar. Selain itu Pemkab. Sambas sekarang sedang melaksanakan beberapa pembangunan fisik lainnya seperti kantor imigrasi, bea cukai maupun jalan dua arah mulai dari titik nol perbatasan kedua negara menuju pusat kota kecamatan Sajingan Besar. Demikian diinformasikan resmi oleh Bagian Humas Setda Kab. Sambas.
Angin segar mengenai border aruk-biawak juga tampak dari kunjungan kerja langsung ketua Sosek Malindo Delegasi Indonesia, Mayjen Suprapto dan delegasi dari Malaysia Alias ke titik nol perbatasan meninjau langsung kesiapan Indonesia dalam hal ini adalah pemerintah Kabupaten Sambas menjelang kesepakatan sidang Sosek Malindo yang telah disepakati di Kuching Malaysia tanggal 9 Nopember 2006 lalu tentang persetujuan kedua negara untuk dibukanya border aruk-biawak. Hadir dalam kunker tersebut dari perwakilan Depdagri Ny. Tuti dan Rizal, Kepala Bappeda Propinsi, Kanwil Bea Cukai Propinsi, Dandim 1202/Skw, Kapolres, Ketua DPRD Sambas, Anggota DPRD, Sekda Kabupaten Sambas, Kadis, Kaban, Maupun Kabag. Lingkungan Pemkab. Sambas maupun unsur Muspida Laiinya. Selain Rombongan dari pihak Malaysia, Antusias masyarakat Sajingan terhadap ekpos mengenai rencana dibukanya border aruk biawak sangat besar.
Suprapto yang juga Asisten Teritorial Kasum TNI mengatakan telah memaparkan mengenai rencana agenda sosek malindo yang telah dilaksanakan pada sidang antara ketua High Level Comite kedua negara. ”Sektiar minggu yang lalu saya telah memaparkan dihadapan ketua high level Commitee di Jakarta dimana Panglima TNI Sebagai ketua High Level Commitee untuk Indonesia dan Panglima Tentara Melayu Diraja atau Angkatan Tentara Malaysia sebagai ketua High Level Commitee untuk malaysia telah melaksanakan sidang tersebut telah dipaparkan bahwa saya selaku ketua sosek malindo Indonesia akan melaksanakan sesuai agenda kerja terkait dengan rencana pembangunan pos lintas batas di aruk-biawak” ujar dia.
Dia juga merasa bersyukur dapat melihat secara langsung pembangunan yang telah dilaksanakan. Karena hal tersebut kata dia akan dijadikan bahan laporan sehingga kegiatan atau agenda sosek malindo kedepannya lebih baik. ”Dengan pembangunan yang telah berjalan, dengan adanya kegiatan sosek malindo ini diharapkan tercipta hubunan kerjasama yang harmonis dan lebih baik sehingga menguntungkan bagi kedua negara. Dan saya juga berharap agar apa yang menjadi rencana kerja dalam sosek malindo dapat terwujud menjadi kenyataan” jelas dia. Karena dia percaya terwujudnya apa yang telah direncanakan akan berdampak pada semakin mudahnya akses komunikasi, peningkatan pembangunan perekonomian dan aspek lainnya.
Alias dari Sosek Malindo Delegasi Malaysia mengemukakan dia sangat memandang penting hubungan erat yang terjalin dalm sosek malindo ini. ”Saya sangat kagum terhadap usaha yang telah dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Sambas terhapap pembangunan diaruk ini. Karena pertama kali saya dang kesini hanya melihat tanda batas malindo, sekarang saya sudah melihat langsung pembangunan seperti badan jalan jalur dua arah, maupun pagar pembatas kedua negara” ujar dia. Dia juga berharap hal yang sama dengan harapan Mayjen Suprapto. Alias mengatakan apa yang menjadi perencanaan bersama segera munkin diharapkan dapat terealisasi.
Bupati Sambas, Ir. H. Burhanuddin pada pertemuan tersebut mengatakan tahun 2008 border aruk-biawak sudah terlaksana. ”Insyaallah jika tidak halangan ditahun 2008 hal ini sudah dapat terwujud. Pembangunan fisik telah kita laksanakan sebagai persiapan menghadapi dibukanya aruk-biawak. Kita telah memprogramkan pembangunan CIQS secara permanent sebagai persiapan pembukaan aruk-biawak kedepannya” ujar Bupati. Dijelaskan dia, dibukanya border kedepannya diharapkan seluruh komponen masyarakat, khususnya sajingan besat tidak terkejut dengan aturan yang berlaku. Selaku pemerintah Daerah terang dia akan memikirkan bagaimana program agar hambatan yang ada dapat teratasi. ”Masyarakat diharapkan mendukung sepenuhnya apa yang telah diprogramkan pemerintah dan tidak terkejut dengan aturan yang berlaku. Pemda akan mencarikan solusi terhapap permasalahan yang muncul” jelas dia.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







