Produk unggulan daerah Kabupaten Sambas yang telah dibina oleh Pemda selama bertahun-tahun, tidak ada yang benar-benar bisa diunggulkan. Setiap kali ada pesanan dari pasar, sering kali pengrajin atau pengusaha UKM tak mampu memenuhi. Mengapa bisa demikian ? apakah karena UKM kita yang belum mampu, ataukah karena usaha Pemda Sambas yang belum maksimal ?
Ditulis Oleh : Nisa Azwarita, SE
usaha Pemda Sambas untuk meningkatkan produksi
komoditi unggulan serta kemampuan UKM sudah
baik, namun kegiatan pembinaan terhadap petani/pengrajin/pengusaha UKM masih terkotak-kotak sehingga hasilnya tidak maksimal. Ego sektoral masih ada. Antara dinas yang satu dengan dinas yang lainnya dalam melakukan pembinaan tidak ada saling koordinasi. Bappeda sebagai perencana daerah tidak pernah memfasilitasi dinas-dinas terkait agar memiliki satu tujuan. Tidak ada prioritas komoditi atau produk unggulan yang mana yang akan dibina. Jadi pantas saja kita tidak memiliki satu pun komoditi atau produk unggulan yang benar-benar bisa diandalkan.
Dalam manajemen sebuah perusahaan, bila perusahaan tersebut hendak memproduksi suatu produk, maka bagian perencanaan, bagian keuangan, bagian produksi dan bagian pemasaran harus saling berkoordinasi, sehingga akan dihasilkan produk yang benar-benar dapat diandalkan yang mampu bersaing dengan pasar dan dapat menghasilkan profit atau keuntungan yang besar bagi perusahaan tersebut. Bayangkan saja jika bagian produksi tidak berkoordinasi dengan bagian pemasaran, maka bagian pemasaran tidak tahu apa yang akan dipasarkan, tidak akan tahu berapa jumlahnya serta bagaimana cara memasarkannya. Begitu pula sebaliknya.
Ibaratkan sebuah perusahaan, maka pemda pun demikian pula. Jika Bappeda diibaratkan bagian perencanaan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perikanan dan Perkebunan, Bidang Perindustrian, Dinas Kehutanan dan Perkebunan diibaratkan bagian produksi serta Dinas Perindagkop dan Dinas Kompar diibaratkan bidang pemasaran, maka untuk bisa menghasilkan sebuah komoditi yang diunggulkan semua dinas harus duduk satu meja dalam menetapkan tujuan. Komoditi apa yang akan difokuskan atau diprioritaskan untuk dibina dalam lima tahun kedepan, sehingga kita akan benar-benar bisa mendapatkan komoditi atau produk yang benar-benar bisa kita unggulkan. Diunggulkan maksudnya disini adalah komoditi atau produk yang bisa bersaing, dengan mutu dan jumlah produksi yang dapat memenuhi permintaan pasar, dapat dijadikan penghasilan bagi masyarakat dan dapat meningkatkan PAD. Apakah sekarang kita telah memiliki produk yang benar-benar bisa diungulkan? Jawabnya belum. Jeruk, udang, karet atau kelapa, masih menjadi komoditi yang akan diunggulkan, tapi belum bisa menjadi produk unggulan daerah.
Jadi marilah kita prioritaskan dahulu komoditi atau produk apa yang akan diunggulkan, kemudian sebelum membuat program/kegiatan, semua dinas dan badan yang terkait perlu merencanakan secara bersama. Sehingga kita akan benar-benar bisa mendapatkan komoditi atau produk yang benar-benar bisa kita unggulkan.
| < Sebelumnya |
|---|







