Ikatan Bidan Indonesia merupakan salah satu profesi strategis dan potensial mewujudkan tujuan pembangunan millenium atau Millenium Development Goals (MDGs). Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH saat membuka secara resmi Musyarawah Cabang V IBI Kab Sambas tahun 2010 dan HUT IBI ke-59 di Balairung Sari Pendopo Bupati Sambas, Selasa (27/7). "Peran Bidan sangat startegis, terutama untuk pembangunan kabupaten sambas yang kedepannya bercita-cita mewujudkan masyarakat yang terunggul di Kalimantan Barat," ujar dia.
Kata dia, Pemda sangat menyadari bahwa bidan profesi strategis. Sebab dijelaskan Wabup, Pemerintah Daerah melalui Bupati Sambas yang sering menggaungkan dan mensosialisasikan agar memperhatikan mulai dari awal proses penciptaan generasi baru masyarakat kabupaten sambas yakni proses pembuatan, masa awal kehamilan hingga jaminan pendidikan dan kesehatan hari depan generasi penerus. "Pemerintah Daerah juga terus berkomitmen menambah tenaga medis terutama tenaga bidan agar seluruh desa terdapat masing-masing satu bidan atau lebih untuk desa dengan dusun yang luas," ungkap dia.
Upaya tersebut lanjut Juliarti dengan menyekolahkan anak yang ada didesa tersebut ke akademi kebidanan yang dibiayai Anggaran Daerah. Hal itu menurutnya sebagai langkah nyata pemda mendukung peningkatan kualitas profesi tenaga medis khususnya bidan. Tidak hanya tenaga medis kesehatan, upaya yang sama juga diterapkan bagi profesi guru. "Jika gagal dalam membuat perencanaan, itu artinya kita merencanakan kegagalan," tegas dia.
Melalui HUT Ikatan Bidan ke-59, Mantan Kadis Kesehatan ini meminta IBI intropeksi diri terhadap masalah dan tantangan yang dihadapi selama ini. Dia menginginkan adanya perbaikan managemen tugas bidan ditingkatkan. Salah satunya mengenai pencatatan dan pelaporan sehingga didapat data dan angka yang akurat. "Salah satunya untuk angka kematian Ibu dan anak dapat bekerjasama dengan orang-orang fardhu kifayah," sarannya.
Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Millenium, Juliarti menambahkan Bidan bisa memposisikan diri menyukseskan itu. Tujuan itu diantaranya penghapusan kemiskinan, pencapaian pendidikan dasar untuk semua, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, penurunan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya, menjamin kelestarian lingkungan berkelanjutan dan membangun kemitraan global untuk pembangunan. "Bidan harus ikhlas dan proaktif dilapangan, jangan pasif menunggu pasien, harus tahu perkembangan ibu-ibu hamil, perkembangan kesehatan si bayi," tutur dia.
Wakil Ketua IBI Kab Sambas, Rossa menyebutkan IBI Kab Sambas masih menghadapi beberapa kendala, diantaranya data data IBI masih bertaburan karena Sekretariat belum ada, Angka Kematian Ibu Dan Bayi Masih Cukup Tinggi, dimana AKI tingkat nasional 228 per 100 ribu KH, tingkat propinsi 403 per 100 ribu KH, Kabupaten Sambas 9 kasus atau 90 per 100 ribu KH. Angka Kematian Bayi tingkat nasional 34 per seribu KH, Kabupaten Sambas 5 per seribu KH. "Data ini didapat dari Dinas Kesehatan Kab Sambas tahun 2008. Dilihat dari perbandingan AKI atau AKB dengan tingkat nasional, Kabupaten Sambas masih dibawah angka nasional. Ini akan menjadi prioritas kerja kami pengurus IBI kedepannya, yakni merangkul data riil anggota kami yang tersebut di 2 rumah sakit daerah dan 27 puskesmas dan 160 desa," ungkap dia.
Dari 183 desa, 160 desa sudah ada tenaga bidan, sisa 23 desa saja yang belum ada bidan. Itu artinya masih 13 persen desa yang belum ada tenaga bidannya. Indikator pembangunan kesehatan yang dicanangkan Menkes RI Baru, lanjut Rossa merupakan kerja berat bagi dinas kesehatan dan jajarannya termasuk profesi IBI. Karena targetnya adalah meningkatkan umur harapan hidup dari 70 koma 7 di tahun 2008 menjadi 72 tahun, menurunnya AKI melahirkan per 100 ribu KH dari 228 per 100 ribu KH menjadi 118, menurunnya AKB per 1000 KH dari 34 di tahun 2008 menjadi 24 dan menurunnya prevelansi kekurangan gizi baik gizi buruk dan gizi kurang pada anak balita dari 18,4 di tahun 2008 menjadi berkurang 15 persen.
"Itu dalam rangka mewujudkan Tujuan Pembangunan Millenium yakni dengan penguatan profesi bidan mendorong percepatan MDGs tersebut melalui memotivasi akseptor baru untuk IUD dan Implant. Target Kalbar khusus IUD adalah 5000 Akseptor dan kabupaten sambas 600 akseptor di tahun 2010," papar dia. Rossa menambahkan Muscab kelima tahun ini dengan agenda sidang ilmiah dan sidang organisasi. Dia juga menyebutkan data Jumlah PNS profesi Bidan di Kab Sambas berjumlah 236 anggota dan 17 PTT serta 3 bidan swasta. Kualifikasi pendidikan untuk D! berjumlah 177 bidan, 80 lulusan Diploma 3, 1 bidan lulusan Diploma 4, 2 orang lulusan Strata 1 dan 1 bidan lulusan strata 2 yang sudah pensiun.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







