Hasil Pemantauan titik api atau hot spot di Kalimantan Barat selama agustus 2010 mengalami peningkatan. Diinformasikan Kabag Humas PDE dan Sandi Setda Kab Sambas, Zulkifli SP dalam rilis resmi, Senin (6/9) sesuai Surat Badan Lingkungan Hidup Daerah Pemprop Kalbar Nomor 660.1/72/BLHD-B tanggal 3 September 2010 perihal peningkatan titik api menyebutkan sejak tanggal 19-29 Agustus 2010 di beberapa kabupaten terjadi peningkatan yang cukup signifikan. "Ini berdasarkan hasil pemantauan ASEAN Specialist Meteorogycal Service di Singapura. Bahkan diikuti peningkatan suhu cuaca panas dan jumlah hari hujan cenderung menurun," ujar Zulkifli.
Hal ini dijelaskan Kabag Humas diperkirakan peningkatan titik api tersebut berasal dari aktifitas pembukaan lahan atau pengolahan lahan dengan cara dibakar. Badan Lingkungan Hidup Daerah Pemprop Kalbar lanjutnya telah menyurati Kepala Badan Lingkungan Hidup kabupaten – kota untuk melakukan pengawasan didaerah masing-masing. "Hal ini akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait dan melakukan tindakan-tindakan antisipasi dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," tutur dia. Dikabupaten sambas, titik api mulai terlihat pada 24, 27, hingga 28 Agustus 2010. Jumlah hot spot yang terpantau untuk Bumi Terigas masih belum mengkhawatirkan yakni baru mencapai 8 titik api. Kabupaten-kota yang terparah titik apinya diantaranya sanggau, landak dan bengkayang serta kapuas hulu.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







