TELUK KERAMAT – Epidemi Hiv berkembang sangat pesat diseluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia hampir tidak ada provinsi yang dinyatakan bebas dari Hiv Aids, bahkan diperkirakan saat Hiv Aids sudah terdapat dilebih dari separuh Kabupaten / Kota diseluruh Indonesia. Berdasarkan data resmi dari Departemen Kesehatan RI hingga akhir Juli 2009 secara komulatif tercatat 17.699 kasus Aids, ungkap Wakil Bupati Kabupaten Sambas, dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.PH saat membuka acara Sarahsehan dan Dialog Hiv/Aids dan Norkoba dalam rangka peringatan hari Aids Sedunia yang dilaksanakan di Kafe Terapung Sekura, Kecamatan Teluk Kramat, Selasa (1/12).
Berdasarkan cara penularannya, papar Wabup, mayoritas penularannya melalui heteroseksual (48,8%), diikiti pengguna narkoba dengan cara menggunakan jarum suntik sebesar (41,5%) dan homoseksual (3,3%). “Sebagian besar kasus Aids terdapat pada usia 20 – 29 tahun yaitu sebesar 50% dan kelompok umur 30 – 39 tahun sebesar 29,6%, dengan kata lain ancaman terhadap generasi muda semakin serius”, jelasnya.
Aids yang ditandai dengan penyakit penurunan sistem kekebalan tubuh manusia merupakan ancaman bagi perkembangan peningkatan kualitas SDM terutama di Kabupaten Sambas, ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Sambas melaui Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Sambas yang bertugas memfasilitasi, mengkoordinasikan, memonitoring serta mengevaluasi setiap kegiatan penanggulangan bahaya hiv aids diKabupaten Sambas sangat berkomitmen untuk memberantas dan menanggulangi masalah hiv aids, tutur Wabup.
Kesepakan dan kepemimpinan yang kuat serta koordinasi disemua lini mutlak diperlukan demi memutuskan mata rantai penyebaran hiv aids, maka, tambah Wabup, Acara sarahsehan dan dialog hiv aids dan narkoba melibatkan unsur mispika, seluruh elemen masyarakat dan pemuda di Kecamatan Teluk Kramat serta kepolisian demi tercapainya tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus hiv aids, paparnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







