Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Ir H Ahmad Helmy Faishal Zaini menegaskan untuk berupaya melakukan segera untuk melakukan proses percepatan dan pemberantasan daerah tertinggal khususya memproritaskan kawasan perbatasan menjadi daerah terdepan.” Memproritaskan pembangunan di daerah perbatasan sangat penting karena daerah terdepan tentu saja mendapat pelayanan terdepan, pembangunan terdepan, infrastruktur terdepan, pendidikan terdepan dan seluruh pembangunan nasional menjadi terdepan”. sebagaimana yang di katakan Ir H Ahmad Helmy Faishal Zaini dihadapan Masyarakat Perbatasan di halaman CIQS Kecamatan Sajingan Besar Sabtu, (21/11).
Di puncak acara menteri PDT menyerahkan bantuan secara sembolis berupa bibit karet untuk 400 hektar, Pembangkit Listerik Tenaga Surya (PLTS) satu unit 5 kilowatt untuk 35 rumah kemudian jebantan gantung dan Mobil 7 unit, yang di saksikan oleh Wakil Gubernur Kalbar Christiandi Sanjaya, Anggota DPR Pusat diantaranya H Usman Djafar mantan Gubernur Kalbar, pejabat tinggi pusat dan Pemprop Kalbar, Wakil Bupati Sambas, Dandim 1202, Kapolres Sambas, dan pejabat eselon II dan III Pemkab Sambas.
Menteri termuda mengatakan untuk menjadi daerah terdepan Menteri PDT mempunyai program unggulan yaitu disebut dengan program Bedah Desa Terpadu. “bedah desa terpadu dulu yang disebut pembangunan daerah tertinggal pradikmanya merupakan masih berbasis kawasan dan antara kawasan atau disebut juga dengan pembangunan berbasis daerah perdesaan,” jelas Helmy.
Lanjut Helmy Untuk mengejot meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah pedesaan akan melalui dengan program bedah desa terpadu. “melalui program bedah desa terpadu pemerintah akan memberikan program listrik masuk desa, jalan poros desa yang akan menghubungkan antara desa satu dengan desa yang lainnya dan pasar desa atau pasar tradisional.”untuk pasar desa pemerintah menjaminkan anggaran 2 triliun setiap tahunnya untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan PNPM Mandiri, yang mana diharapkan tentu nantinya memakai jasa pihak perbankan nasional. Dimana pihak pembangkan akan memberian dana pendamping 10 kalinya kepada masyarakat,”ujar Menteri PDT. Helmy berharap dengan berdirinya pasar desa atau pasar tradisional merupakan pasar unggulan dapat mengembangkan ekonomi lokal sehingga apabila ada negara tetangga dan turis datang dapat membeli jajanan pasar dan barang kerajingan tangan atau seni budaya daerah di pasar tradisional di perbatasan,” tuturnya.
Bupati Sambas Ir. Burhanuddin A. Rasyid melaporkan dari enam instrumen kegiatan yang ada di Kementerian PDT, Kabupaten Sambas menerrima tiga instrumen yaitu P2WP, P2IPDT dan P2DTK atau SPADA yang sekarang disebut dengan Program Nasional Pemberdayaaan Masyarakat Tertinggal dan khusus (PNPM Mandiri DTK) sejak launching program di Kupang tahun 2007 namun efektif implementasinya di tingkat masyarakat di bawah baru berjalan di tahun 2008 masih berjalan hingga sekarang,” jelasnya. Lenjut mantan Kepala Dinas Kesehatan menambahkan Kabuparten Sambas juga telah mendapat 104 Desa Berdering termasuk daerah perbatasan sajingan ini mendapat tiga Desa Berdering insa’allah yang akan diresmikan langsung Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring pada 17 desember,” jelas Bupati.







