Masih banyak lanjut usia di Kab Sambas yang hidup dibawah garis kemiskinan. Salah satunya kakak beradik Fatimah dan Sahiri dari Desa Bekut Kecamatan Tebas. Fatimah, perempuan berumur 65 tahun dan Sahiri yang merupakan adik lelaki dari fatimah berumur 60 tahun.
Mereka berdua hidup di gubuk kayu beratapkan atap daun kurang lebih berukuran 2 x 3 meter.
Di usia senja itu, Sahiri masih diharuskan bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan perut mereka berdua sehari-hari. Pekerjaan yang dilakoni kesehariannya adalah pesuruh di pasar kuala tebas kecamatan Tebas. Yakni sebatas mengerjakan apa yang disuruh para pedagang di pasar kuala tebas dengan upah seadanya. Itu dilakukan Sahiri yang cukup terlihat renta sebanyak dua kali dalam sehari.
Rumah yang mereka tempati juga terbilang jauh dari layak huni. Gubuk kecil tersebut sangat memprihatinkan bagi yang melihatnya. Rumah yang mereka tempati sudah sangat kumuh dan miring. Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH mendapatkan informasi tentang kondisi tersebut memberikan perhatian kepada dua lansia tersebut. Bupati turut memberikan santunan guna perbaikan taraf hidup kedua lansia tersebut. Terutama diharapkan dia dapat memperbaiki tempat tinggal fatimah dan sahiri agar bisa lebih layak huni.
Penyerahan santunan secara simbolis dari Bupati Sambas ke Plt Camat Tebas Heriyanto, Jum’at (3/2) di lokasi rumah Sahiri dan Fatimah. Dalam perbincangannya dengan camat dan beberapa tokoh masyarakat yang menyaksikan penyerahan santunan itu, Bupati berpesan agar masyarakat setempat juga dapat memberikan perhatiannya kepada para lansia tersebut. Kata dia, tetangga harus lebih peduli dan simpati kepada kondisi tetangga mereka lainnya. Dia meminta jangan sampai ada kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan tapi luput dari perhatian tetangganya. Dia meminta rasa kesetiakawanan dan kepedulian sosial terus ditingkatkan. Juliarti berharap santunan tersebut dapat bermanfaat bagi Fatimah dan Sahiri.







