Anak usia dini, merupakan usia yang masih rentan dengan hal-hal baru. Karenanya, diusia itu diyakini sebagai fase terbaik bagi pembentukan otak si anak. Dikemukakan Wakil Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH pada acara peresmian PAUD Desa Pendawan dan rangkaian peringatan hari anak nasional di Sambas, Sabtu (1/11), membentuk prilaku yang baik dan cerdas pada anak, diperlukan peran aktif orang tua.
Itu terang Mantan Kadis Kesehatan Sambas ini terkait erat dengan peringatan Allah Swt dalam Surat An-Nisa Ayat 9, dimana ingatnya kita selaku orang tua harus mempersiapkan generasi penerus yang kuat dijalan yang benar. Modernisasi dan perkembangan teknologi sekarang kata Juliarti mengharuskan para orang tua selektif, agar hal-hal negative tidak menjadi bagian dari ilmu yang akan mereka serap. “Mari kita kembalikan lagi adapt sopan santun anak kepada orang tua, karena sekarang, hal ini sudah krisis. Dimana cara bicara seorang anak kepada mereka yang lebih tua sudah kurang wajar lagi seperti penggunaan kata Aku,” contoh dia.
Karenanya Juliarti meminta Orang tua harus menjadi teladan bagi anaknya. Cara berbicara kepada anak lanjutnya juga harus diperhatikan para orang tua. “Anak jangan dibentak, karena akan berpengaruh pada syaraf perkembangan mereka dan akhirnya dapat menyebabkan anak mengalami perkembangan yang kurang baik kedepannya,” tegas dia. Orang tua tambah Master Kesehatan Masyarakat ini harus memacu dan meningkatkan kreatifitas anak melalui bermain. Tetapi tetap dalam pengawasan yang tepat. Kecerdasan anak sudah terbentuk 50 persen ketiak ia berusaha empat tahun, 80 persen di usia delapan tahun dan baru mencapai100 persen diusia 18 tahun. Sedangkan perkembangan fisik otak anak akan menjadi 90 persen ketika berusia 6 tahun dan 100 persen pada usia 12 tahun, perkembangan jaringan otak akan menjadi 80 persen di usia 3 tahun, 85 persen diusia 6 tahun, dan 90 persen diusia 10 tahun.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







