Lagi, tiga kecamatan di Kabupaten Sambas nyatakan perang terhadap standar kelulusan Ujian Nasional Tahun Ajaran 2009-2010. Setelah beberapa kecamatan mendeklarasikan perang menghadapi ujian nasional seperti pemangkat, semparuk dan beberapa kecamatan lainnya, Selasa (16/2) di SMPN 2 Sambas tiga kecamatan terdiri dari Kecamatan Sambas, Sajad dan Sebawi turut mendeklarasikan perang unas tersebut.
Moment itu disaksikan langsung Bupati Sambas, Wakil Bupati Sambas dan pihak Dinas Pendidikan Kab Sambas. Kesiapan menghadapi ujian nasional dinyatakan para Camat, Kepala UPT Diknas Sambas maupun Sebawi dan seluruh Kepala SD, SMP, SMK maupun SMA sederajat yang menghadari kegiatan sosialisasi UASBN dan UN di ruangan serbaguna di Sekolah bersertifikat Standar Nasional itu.
Dipaparkan salah satu petugas UPT Diknas Kecamatan Sambas, Amdi, untuk tahun ajaran 2009-2010, peserta UASBN untuk SD di Kecamatan Sambas mencapai 1.209 siswa dari 31 SD-MI sederajat, Sebawi 269 siswa dari 16 SD-MI sederajat, dan Sajad 194 Siswa dari 8 SD-MI sederajat. Untuk tingkat SMP-MTs sederajat, Sambas sebanyak 666 Siswa, Sebawi 211 siswa dan Sajad 80 siswa, SMA, Sambas 421 siswa, dan Sebawi hanya 58 siswa. Sedangkan Tingkat SMK, di Sambas yang mengikuti unas mencapai 173 siswa dan Sebawi 77 Siswa.
”Beberapa langkah persiapan telah kita tempuh,” ujar Amdi. Diantaranya persiapan dengan menggelar bedah SKS dimana tim pengujinya kata dia didatangkan dari Jakarta. Selain itu, Dia menyebutkan, terus meningkatkan supervisi semua pelaku pendidikan termasuk pengawas melalui KKG atau pertemuan para guru. ”Kita juga memprogramkan kegiatan latihan diluar jam sekolah,” terang dia.
Tahun Ajaran lalu, dipaparkan Amdi, hasil perolehan untuk UASBN di tiga kecamatan tersebut lumayan memuaskan. Untuk Sambas dituturkan dia rata-rata Bahasa Indonesia mencapai 7 koma 82, Sebawi 7 koma 43, dan Sajad 7 koma 74. Mata Pelajaran lainnya seperti MTK, Sambas memperoleh 6 koma 52, Sebawi 4 koma 87 dan Sajad 6 koma 7. Mata Pelajaran IPA, Amdi mengemukakan Sambas dengan rata-rata 6 koma 18, Sebawi 5 koma 82 dan Sajad 6 koma 14.
Camat Sebawi, Yutina SSos, pada kesempatan yang sama mengungkapkan memanfaatkan moment Kelompok Kerja Guru atau KKG guna memberikan motivasi kepada pelaku pendidik bersemangat menyambut Ujian Nasional. Menurut satu-satunya camat perempuan itu, KKG menjadi tempat saling sharing permasalahan guna dicarikan solusinya. ”Izin keramaian memang harus tegas agar sementara ditangguhkan dulu pemberiannya,” saran dia.
Wakil Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH mengharapkan para guru dan semua stake holder lebih memanifestasikan aksi, terutama yang dia pinta semangat memerangi standar kelulusan ujian nasional itu tidak mengendur. ”Saya dan Bupati Sambas tidak pernah berubah, kami sangat konsen terhadap masalah ini,” ingat dia. Buktinya kata Juliarti, dirinya siap memberikan semangat sosialisasi UASBN dan UN itu. Mutu membangun pendidikan Kabupaten Sambas, lanjutnya terlihat dari out putnya, yakni kualitas kelulusan siswa itu. ”Untuk SD tahun lalu sudah sangat baik, Kita menempatkan salah satu SD dengan nilai rata-rata tertinggi sekalbar, pertahankan, dan tetap harus menjadi perhatian kita bersama terutama SMP dan SMA maupun SMK,” pinta mantan kadis kesehatan ini.
Bupati Sambas, Ir H Burhanuddin A Rasyid, dalam sambutannya mengungkapkan hal yang senada dengan wakil bupati. Dia mengingatkan bahwa apa yang sedang dilakukan pemda ini dalam rangka menyiapkan generasi sambas kedepan lebih baik. ”Kita selaku umat muslim sudah diingatkan, kita harus khawatir apabila kedepannya kita mencetak generasi yang lemah-lemah, upaya kita sekarang ini untuk meningkatkan nilai kelulusan merupakan salah satu meningkatkan kualitas itu,” tegas dia.
Burhanuddin menyampaikan beberapa pernyataan guna menyemangati para pahlawan tanpa tanda jasa itu agar kreatif dan inovatif memberi terobosan mencapai hasil yang diinginkan. Bupati menyebutkan, kita bisa jika ada kemauan. ”Kita bisa menjadi nomor satu, prinsip saya, kita harus mentargetkan menjadi yang terbaik, mengenai hasilnya itu urusan belakang. Yang terpenting kita telah berupaya dan berusaha,” terang dia.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







