www.sambas.go.id

Bela Terpikat Terigas

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Sistem Informasi RUPLPSE-Kab-sambasSMS-Gateway-pendek

Himbauan Seleksi CPNS 2014pendaftaran-cpns

Kado Hardiknas, Edi Kurniawan Sumbang Juara 1 Se-Kalbar

E-mail Cetak PDF

Edi Kurniawan, pelajar kelas XII SMA N 1 Sambas memberikan kenangan manis di hari pendidikan nasional tahun 2010 bagi Kabupaten Sambas. Pasalnya, pelajar jurusan IPA SMA N I Sambas ini berhasil meraih nilai tertinggi rata-rata ujian nasional se-kalimantan barat. Dia berhasil menempati rangking pertama dengan nilai 56 koma 30.

Tidak hanya edi kurniawan, sejumlah pelajar SMA dan SMK di Kab Sambas lainnya turut memberikan sumbangsih prestasi membanggakan bagi hardiknas tahun ini. Diantaranya Heti Nursaweni dari SMA N 1 Jawai yang memperoleh nilai sepuluh mata ujian Matematika Jurusan IPA, sedangkan jurusan IPS, yang memperoleh nilai sepuluh antara lain dari SMA N 1 Tekarang Hermanto, Rimah, dan Maula, dari SMA N 1 Sambas Paldo Rama, Antonius dari SMA Amkur Pemangkat. Untuk mata ujian Fisika jurusan IPA diraih Ria Suriani dan Dede Setiawan dari SMA N 1 Tebas, Rini dari SMA N 2 Teluk Keramat dan Didit Setiawan dari SMA N 1 Semparuk.

Kebahagian moment hardiknas turut dirasakan beberapa pelaku dan pengelola pendidikan. Bidang pendidikan non formal dan informal diknas memberikan beberapa piagam penghargaan diantaranya kepada Wahid pengelola lembaga kursus, PKBM Sungai Sambas, Rusdawati Pengelola Taman Bacaan Masyarakat, Libanin Abd Somad Kades Tengguli dan Iswan Daud Kades Jirak Kec Sajad yang berdedikasi tinggi terhadap program Model Keaksaraan Fungsional dan beberapa orang lainnya.

Bupati Sambas, Ir H Burhanuddin A Rasyid selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dipusatkan di Halaman Kantor Bappeda Sambas, Senin (3/5) membacakan Sambutan Menteri Pendidikan Nasional menyebutkan Renstra kementrian pendidikan nasional 2010 2014 bertumpu pada penyelenggaraan layanan prima pendidikan nasional membentuk insan Indonesia cerdas komprehensif melalui lima misi, diantaranya ketersediaan, keterjangkauan kualitas atau mutu dan relevansi kesetaraan dan kepastian memperoleh layanan pendidikan.

Tiga makna penting hari besar nasional termasuk hardiknas terang Burhanuddin yakni pertama terkait momentum merenungkan dan merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah yang telah dilalui. “Ini terkait cita-cita saat itu dicirikan dengan semangat kepahlawanan, semangat kesediaan diri memberikan lebih dari kewajibannya dan menerima kurang dari hak-haknya disertai keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang dijadikan investasi kemasyarakatan,” ucapnya.

Kedua, tegas Bupati adalah upaya mengintropeksi diri dari apa yang sedang dilakukan terutama pembangunan pendidikan. Makna ketiga bagaimana memprespektifkan apa yang telah dan sedang dilakukan untuk masa depan lebih baik, dalam pembangunan pendidikan adalah upaya mencerdaskan bangsa secara utuh.

Burhanuddin mengajak melalui moment ini guna membangkitkan rasa optimisme, percaya diri dan tentu sambil terus berusaha. Tema peringatan ini lanjut dia Pendidikan Karakter Untuk Membangun Peradaban Bangsa, ini menunjukkan Pendidikan sebagai daya upaya memajukan bertumbuhnya budi pekerti baik, kekuatan batin dan karakter, pikiran dan tubuh anak sebagaimana dimaksudkan ki hajar dewantara memajukan kesempurnaan hidup anak bangsa.

“Kesempurnaan hidup anak-anak kita menjadi kata kuncinya menjadikan anak bangsa yang jujur. Dunia pendidikan diharapkan menjadi motor penggerak memfasilitasi pembangunan karakter sehingga masyarakat punya kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi NKRI dan norma sosial dimasyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama,” terang dia.

Presiden SBY menegaskan pentingnya pendidikan karakter. Pembangunan watak adalah amat penting. Membangun manusia Indonesia berakhlak berbudi pekerti dan berprilaku baik. Masyarakat idaman seperti itu dijelaskan dia dapat diwujudkan mana kala manusia Indonesia adalah manusia yang berakhlak dan berwatak baik, manusia bermoral dan beretika baik, serta manusia yang bertutur dan berprilaku baik pula. “Bangsa yang berkarakter unggul disamping tercermin dari moral, etika dan budi pekerti yang baik, juga ditandai dengan semangat, tekad dan energi yang kuat dengan pikiran yang positif dan sikap yang optimis serta dengan rasa persaudaraan, persatuan dan kebersamaan yang tinggi. Inilah, kata presiden, totalitas dari karakter bangsa yang kuat dan unggul, pada kelanjutannya bisa meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa menuju Indonesia maju bermatabat dan sejahtera abad 21 ini” ulasnya.

Simple MP3 Player

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil
You are here: