Meski telah mengirimkan surat untuk penundaan Pembukaan Acara Kemah Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia-Brunei Darussalam 2010 agar Upacara dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Desember 2010, Menko Kesra RI, Agung Laksono ternyata batal datang di Sambas membuka Upacara Pembukaan Kemah Budaya Serumpun.
Menurut pemberitahuan resmi Kementrian Kesra melalui suratdari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia Nomor : 1303-00-A tanggal 10 Desember 2010 perihal Upacara pembukaan Perkemahan Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia-Brunei Darussalam, Menko Kesra meminta agar pelaksanaan pembukaan Acara Kemah Budaya Serumpun diundurkan sehari dari tanggal 14 menjadi 15 Desember. Hal ini mengingat kesibukan dan beberapa aktifitas yang tidak dapat ditinggalkan Menko Kesra. Namun pada hari pembukaan (15 Desember) sesuai permintaan Kementriaan Kesra, ternyata Menko Kesra juga tidak dapat hadir sehingga Pembukaan secara resmi Kemah Budaya yang melibatkan antar negara ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs.Cornelis, MH.
Ketidakhadiran Agung Laksono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia untuk menyukseskan Acara Pembukaan Kemah Budaya Serumpun. Dengan kekompakan dan kebersamaan, acara yang berisi nilai-nilai Kepramukaan, Seni Budaya dan Kepariwisataan ini tetap berlangsung semarak dan meriah dengan tampilnya berbagai seni budaya yang menghantar acara hingga usai.
Penyumpitan balon oleh Gubernur Kalbar dan Pemukulan Bedug oleh Bupati Sambas menandai dibukanya acara Kemah Budaya Serumpun secara resmi, meskipun secara kepramukaan, wisata dan budaya telah melangsungkan berbagai kegiatan dari hari sebelumnya.
Turut memeriahkan acara adalah tarian daerah yang dibawakan secara massal oleh para penari serta penampilan seni budaya Tanjidor. Tanjidor merupakan kesenian tradisional daerah setempat yang mewarnai berbagai acara masyarakat seperti perkawinan ataupun penyambutan tamu di Kabupaten Sambas.
Melalui Kemah Budaya Serumpun inilah diharapkan terjalin hubungan persahabatan yang lebih harmonis antara negara peserta sehingga di masa mendatang hubungan baik ini dapat memberikan kontribusi positif dalam berbagai aspek hubungan negara.







