www.sambas.go.id

Bela Terpikat Terigas

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Sistem Informasi RUPLPSE-Kab-sambasSMS-Gateway-pendek

 Ramadhan-2014

STATUS GIZI

E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 7
TerjelekTerbaik 

 

A. STATUS GIZI

 

Status gizi masyarakat dapat memberikan gambaran terhadap derajat kesehatan masyarakat di suatu wilayah. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui berbagai indikator antara lain status gizi bayi (yang dinilai dari bayi dengan BBLR), status gizi Balita, status gizi WUS dan Bumil KEK, GAKI, dan status Anemia gizi besi.Adapun yang dibahas dalam bab ini meliputi status Bayi BBLR dan status gizi balita.

 

1. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Status gizi bayi dapat diukur dengan indikator bayi yang baru lahir dengan berat badan < 2500 gram atau BBLR. Pada umumnya, BBLR terjadi pada ibu hamil yang menderita Kurang Energi Kronis (KEK). BBLR sangat berkaitan erat dengan peningkatan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKABA) dan berdampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan mental dan kecerdasan anak.

Pada tahun 2011 terdapat 225 bayi yang dikatagorikan BBLR dari 11.541 bayi yang ditimbang atau sebesar 2,21%. Dengan demikian, jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang jumlahnya sebanyak 218 orang.

Jumlah BBLR yang terdata tersebut di atas belum mencerminkan kondisi riil yang ada di masyarakat, karena belum semua bayi yang dilahirkan khususnya yang ditolong dukun atau tenaga non kesehatan lainnya dapat dipantau berat badannya ketika bayi itu lahir.

 

2. Status Gizi Balita

Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang dapat mengambarkan tingkat status gizi masyarakat. Salah satu cara penilaian status gizi balita adalah dengan pengukuran antopometri yang menggunakan indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U).

Status Gizi pada balita pada tahun 2011 terdapat 77,74 balita gizi baik, 16,06% balita gizi kurang, 3,63 % balita dengan kategori gizi buruk dan 2,57% balita dengan kategori gizi lebih.

Status gizi balita di kabupaten Sambas dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dapat dilihat pada tabel berikut ini.

                                               Tabel 3 :      

Gambaran Status Gizi Balita di Kabupaten Sambas

Tahun 2007 - 2011

 

STATUS GIZI

 

2007

2008

2009

2010

2011

Lebih

1,90

1,83

1,94

20,56

2,57

Baik

72,76

70,77

72,12

74,45

77,74

Kurang

20,66

22,41

21,55

4,59

16,06

Buruk

4,69

4,99

4,40

0,40

3,63

KEP Total

23,35

27,46

25,95

26,03

25,73

     Sumber : Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat, Bidang Kesga dan Promkes, 2011

 

Tahun 2011 di Kabupaten Sambas dilaporkan terdapat 38 kasus gizi buruk dengan komplikasi yang ditangani. Dengan demikian terjadi penurunan kasus gizi buruk dengan komplikasi yang ditangani dari tahun sebelumnya , dimana tahun 2010 jumlahnya 87 kasus. Akan tetapi seluruh kasus gizi buruk dengan komplikasi dilakukan perawatan.

Upaya penanganan kasus gizi buruk dilakukan di Puskesmas perawatan , pusat pemulihan gizi kabupaten dan rumah sakit umum daerah.yang ada diKabupaten Sambas.

 

Simple MP3 Player

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil
You are here: