Gubernur Kalbar, Cornelis, menghimbau masyarakat Kalimantan Barat menciptakan kondisi kondusif dan aman mendukung pembangunan pariwisata. Penegasan itu dia kemukakan saat memberikan sambutan pada pembukaan FBBK IX Tahun 2009 di Pontianak, Rabu (11/11). “Welcome, Kalbar aman. Silahkan datang, tidak benar orang dayak atau orang-orang kalimantan makan orang. Kita semua disini hidup damai, tidak ada diskriminasi,” tegas dia.
Untuk itu, dia menghimbau agar seluruh komponen masyarakat kalbar menciptakan kondisi yang kondusif dan aman, terutama bagi pendatang. Kata Cornelis, FBBK adalah upaya mengemas dan menjual seni budaya dan pariwisata kalbar. Hasilnya terang mantan Bupati Landak ini terletak pada kita sendiri. “Apakah mau nasional atau internasional. Tergantung kita lagi, ini akan berjalan jika dikemas dengan baik, apabila seni budaya itu dikemas dengan nilai yang tinggi. Jika tidak dikemas dengan baik atau asal-asal saja, orang luar tidak akan mau,” ingat dia.
Menurutnya, Kalbar dan Indonesia merupakan tempat yang sempurna untuk dunia pariwisata dan seni budaya. Bahkan titik kulminasi atau khatulistiwa yang dimiliki kota pontianak Kalimantan Barat merupakan nilai jual tinggi. “Titik khatulistiwa yang tepat salah satunya hanya ada di Kota Pontianak, jangan remehkan itu. Tentunya punya nilai jual wisata yang tinggi,” tegasnya.
Staf Ahli Meneg Budaya Pariwisata RI Bidang Ekonomi dan Iptek, Dra Titin Sukarya Msi dalam sambutannya mengemukakan beberapa hal mengenai pembukaan FBBK IX. Dia menyambut baik upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Kalbar. “FBBK ini sebagai wadah mengkomunikasikan seni budaya dan pariwisata yang kita miliki ke masyarakat. Juga bisa dijadikan alat promosi ke dunia luar,” ujarnya. Kata dia, pembangunan pariwisata menjanjikan. Buktinya, resesi ekonomi dunia lanjut dia, Pariwisata Indonesia dicatat meningkat 1,38 persen lebih dibanding pariwisata dunia dan eropa yang rata-rata minus.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







