Replika Jeruk Tebas positif memecahkan rekor baru Museum Rekor Indonesia. Hal ini setelah Tim Muri mengunjungi replika tersebut di Halaman Mapolsek Tebas, lokasi MTQ XXIV Kab Sambas Tahun 2010. Penghargaan disampaikan tim kepada Bupati Sambas, Kepala Bappeda dan Camat Tebas disela-sela pembukaan MTQ XXIV 2010, Selasa malam (2/3) di Halaman Mapolsek Tebas.
Dikemukakan salah satu panitia pemecahan rekor replika jeruk tebas, Haris, sebelumnya panitia hanya menargetkan kurang lebih 1 koma 6 ton jeruk. Tetapi kenyataannya, diungkapkan Petani sekaligus pembibit tanaman jeruk asal Desa Makrampai Tebas ini pembuatan replika itu mencapai tiga ton lebih. “Masyarakat Kabupaten Sambas patut berbangga dengan ditetapkannya replika jeruk ini sebagai pemecah rekor baru, ini merupakan hasil karya anak bangsa, dan sebagai bentuk bukti bahwa jika kita masyarakat kabupaten sambas mau, kita bisa,” tegas dia saat ditemui pada acara pembukaan MTQ.
Saat ditanya asal jeruk itu, Haris menjelaskan itu hasil sumbangan dan swadaya petani dan pengusaha jeruk yang ada di Tebas dan sekitarnya. Terutama dari tempat pengumpul jeruk, gapoktan, pemerintah desa. “Alhamdulillah, semua mendukung,” terangnya.
Bupati Sambas, Ir H Burhanuddin A Rasyid saat memberikan sambutan usai menerima piagam penghargaan mengucapkan rasa syukurnya atas penetapan itu. Dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak dan masyarakat kabupaten sambas atas kerja keras itu. “Ini kerja keras masyarakat kabupaten sambas, terima kasih, dan target pada MTQ tahun depan kita dapat memecahkan rekor MURI Baru, kita targetkan dapat memecahkan rekor baru untuk kain tenun terpanjang,” ujarnya disambut tepuk tangan para undangan dan masyarakat yang menonton pembukaan MTQ.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







