www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Litbang Pertanian Perbatasan Gelar Rakor di Sambas

E-mail Cetak PDF
foto bersamaKabupaten Sambas dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan lumbung pangan berorientasi ekspor wilayah perbatasan. Guna mewujudkan itu, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah. Pertemuan itu dikemas dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Penelitian dan Pengembangan Pertanian di Wilayah Perbatasan.

Pelaksanaannya di Aula Bappeda Kab Sambas, Rabu (10/10), hadir Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, Kadis Pertanian Sambas, Kepala Bappeda Sambas dan DR Haris Syahbudin dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian dan rombongan.

Haris dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Pengembangan Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor adalah salah satu program strategis kementerian pertanian yang merupakan penjabaran nawa cita yaitu membangun dari pinggiran.

“Tujuan Pengembangan LPBE Wilayah Perbatasan ini guna mengembangkan lumbung pangan berbasis potensi sumberdaya dan kebutuhan wilayah untuk swasembada dan ekspor pangan. Pengembangan ini diharapkan mendukung pembangunan dan pengembangan ekonomi wilayah perbatasan,” ujar dia.

Sasaran LPBE WP tersebut ungkap dia yakni peningkatan produksi dan makin stabilnya ketahanan pangan seperti terpenuhinya kebutuhan pangan, investasi dan ekspor pangan hingga berkembangnya kegiatan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Dituturkan Haris, guna mempercepat LPBE tersebut diperlukan komitmen bersama seluruh stakeholder pembangunan.

“Keberhasilan dan keberlanjutan program LPBE-WP memerlukan dukungan dan komitmen berbagai pihak terkait terutama peran aktif dan dukungan serta komitmen pemerintah daerah,” terangnya. Pemerintah daerah lanjut dia, juga berperan mendorong serta memfasilitasi investasi swasta dan eksportir dalam pengembangan LPBE-WP.

Peranan lainnya yang diperlukan sebut Haris seperti menindaklanjuti peluncuran ekspor yang sudah dilakukan dan mendorong inisiasi ekspor komoditas pertanian lainnya. “Saya juga kemukakan peranan pemda yakni mengkoordinasikan institusi terkait didaerah seperti dinas pertanian, PUPR, Perdagangan, Perhubungan hingga Perbankan terkait dengan Perencanaan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kegiatan pengembangan LPBE WP,” paparnya.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc menyambut baik pengembangan LPBE Wilayah Perbatasan tersebut. Kata dia, Sambas perlu menghidupkan kembali brand-brand pertanian agar bersaing dipasar yang lebih besar. “Dengan dibukanya border Aruk Sajingan Besar, ini membuka peluang untuk pemasaran produk-produk pertanian kita. Tapi memang diperlukan dukungan dalam perbaikan kualitas produk agar bisa menjadi komoditi ekspor,” terang Bupati.

Pengembangan Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor Wilayah Perbatasan lanjut Bupati juga selaras dengan akan dibangunnya Dry Port oleh Kementerian Perhubungan. Selain itu, kementerian terkait ungkap Bupati sedang mempersiapkan regulasi baru ekspor impor wilayah perbatasan khususnya di Kalimantan Barat. “Kabupaten Sambas sudah menyiapkan kurang lebih 1500 hektar guna mendukung pengembangan LPBE ini. Terkait Ekspor Impor, Regulasi yang lama hanya mengakomodir untuk titik di entikong, regulasi baru nantinya untuk mengakomodir ekspor impor di beberapa titik baru,” sebut Atbah.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 39 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: