Pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kabupaten Sambas terus didorong agar menjangkau seluruh sasaran dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Sambas menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam memastikan setiap anak sekolah memperoleh layanan imunisasi sesuai sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganiar Eko Prabowo, M.M., menjelaskan bahwa pelaksanaan imunisasi anak sekolah merupakan bagian dari kebijakan nasional yang perlu dilaksanakan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menyampaikan, kebijakan tersebut melibatkan empat kementerian, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri. Kebijakan bersama tersebut menjadi salah satu landasan dalam penguatan upaya kesehatan peserta didik, termasuk pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolah.
"Empat kementerian sudah menandatangani dan harus dilaksanakan imunisasi. Itu sejak tahun 2022, dan kami turut menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa imunisasi harus dilaksanakan di semua sekolah," jelasnya.
Untuk Kabupaten Sambas, sasaran program imunisasi mencakup siswa kelas 1 hingga kelas 5 sekolah dasar dengan jumlah sasaran secara keseluruhan mencapai hampir 12 ribu siswa dan siswi. Khusus siswa kelas 5, terdapat lebih dari 5 ribu anak yang menjadi sasaran imunisasi.
Ganiar menambahkan, cakupan imunisasi ditargetkan mencapai 95 persen sesuai dengan target nasional. Namun, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, capaian imunisasi di Kabupaten Sambas masih belum mencapai angka tersebut.
Karena itu, peningkatan cakupan imunisasi menjadi perhatian bersama. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, sekolah, para guru, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaan BIAS dapat berjalan optimal dan seluruh anak yang menjadi sasaran dapat memperoleh layanan imunisasi.
Hal tersebut menjadi perhatian Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I, M.H., yang mendorong agar Program BIAS dapat tersampaikan secara luas dan dipahami dengan baik oleh masyarakat. Menurutnya, penyampaian informasi yang baik penting untuk memastikan anak-anak usia sekolah mendapatkan pelayanan imunisasi sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan generasi penerus.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sambas saat membuka rapat koordinasi terkait pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (21/7/2026).
Menurut Satono, keberhasilan program imunisasi tidak hanya ditentukan oleh pencapaian target secara administratif, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat memahami manfaat dan pentingnya imunisasi. Karena itu, berbagai informasi, kajian, serta manfaat yang berkaitan dengan pemberian imunisasi perlu disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami oleh masyarakat.
"Target itu penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Untuk itu, pemerintah harus hadir secara serius," tegas Bupati Sambas.
Ia menilai, pemahaman masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menyukseskan program imunisasi. Dengan informasi yang tepat, orang tua dan masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya imunisasi sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan anak sekaligus pencegahan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Bupati juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bergerak bersama dan membangun semangat gotong royong dalam menyukseskan pelaksanaan BIAS di Kabupaten Sambas.
"Mari kita gotong royong menggerakkan semua pihak terkait dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan ini," ajaknya.
Menurutnya, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memiliki semangat yang sama untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan, sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan intervensi kesehatan, khususnya dalam pemenuhan imunisasi bagi anak-anak usia sekolah.